header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Security of Tenure dalam Hak atas Perumahan yang Layak

PERUMAHAN layak bukan hanya kebutuhan pokok seseorang dan keluarganya, namun juga merupakan salah satu hak manusia yang paling dasar. Sayangnya, hal tersebut selalu diabaikan oleh negara dan aparat pemerintahan. Sepuluh tahun lalu, melalui UU No. 11/2005, Republik Indonesia telah meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Berdasarkan UU tersebut, Indonesia harus mematuhi seluruh ketentuan standar internasional hak asasi manusia serta berkewajiban menghormati, melindungi, dan mewujudkan secara bertahap (progresif) hak-setiap orang atas perumahan yang layak (right to adequate housing) dan dilarang melakukan penggusuran paksa (forced eviction) dengan alasan apa pun. Artinya, perwujudan hak atas perumahan yang layak juga bisa diklaim kepada negara.

Anamnesis Kuburan

ADA satu tradisi kenegaraan di Indonesia yang barangkali tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam. Kalaupun tahu, tradisi tersebut tidak cukup kuat menancap di kesadaran mereka. Tradisi itu mungkin sudah diperkenalkan sejak masa remaja mereka, namun tidak  dengan sendirinya menjadi bagian dari jadwal aktivitas kultural masyarakat Indonesia. Itulah tradisi “renungan suci” malam tanggal 16 hingga dini hari 17 Agustus; serupa upacara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Tujuan dari penyelenggaraan acara itu, terutama adalah untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan.

  • Written by
  • Read: 507 times

Paradoks Mesonasional

KINERJA ekonomi Indonesia sampai dengan akhir Triwulan II-2015 terlihat tidak terlalu mengesankan, meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya mulai dari pembangunan infrastruktur hingga realokasi anggaran. Akibatnya, terjadi defisit neraca anggaran berjalan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan penyerapan anggaran yang rendah. Bagi para pelaku politik dan ekonomi, siklus pelambatan ekonomi itu merupakan tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah saat ini.

Yang Tercatat dari Muktamar

MUKTAMAR ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur, baru saja usai 5 Agustus silam.  Setidaknya ada dua fenomena menarik yang muncul dari  muktamar itu: masih besarnya kesulitan yang dihadapi NU dalam mengonsolidasi kekuatan internal organisasi serta fenomena kebangkitan NU kultural dalam mengawal agenda-agenda besar kebangsaan.

Siapa Menghina Republik?

JAUH-jauh hari Claude Lefort pernah mengingatkan bahwa, bahkan dalam pemerintahan demokratis, ide teologi politis selalu mungkin terselip. Kekuasaan di dalam teologi politis diandaikan bekerja dalam skema adi kodrati ex nihilo. Sumber kekuasaan seakan-akan tak bisa dijangkau oleh yang lain dan hanya berpusat pada satu mulut, yakni mulut raja yang mengeluarkan sabda pamungkas. Dengan teologi politis, hasrat akan “oneness” dalam kekuasaan senantiasa hidup dan jadi dambaan, meski revolusi dan demokrasi sudah memenggal kekuasaan monarki dan membaginya dalam pecahan-pecahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Jokowi dan Batman

DALAM film “Fahrenheit 911,” Michael Moore menggambarkan George Walker Bush, Presiden Amerika Serikat yang berkuasa saat itu, sebagai orang tolol, pendusta, dan tidak kompeten. Film yang diedarkan beberapa bulan sebelum Pilpres AS tahun 2008 itu, niscaya mendapat bantahan sengit dari pihak Bush, meski bantahan mereka tidak sanggup mencegah penurunan ketenaran Bush di musim kampanye dan merosotnya pamor Partai Republik.

Subscribe to this RSS feed

Galeri Editorial

ULASAN TERBARU

Yang Tercatat dari Muktamar

Muhammad Al-Fayyadl

Yang Tercatat dari Muktamar

MUKTAMAR ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang, Jawa Timur, baru saja usai 5 Agustus silam.  Setidaknya ada dua fenomena menarik yang muncul dari  muktamar itu: masih besarnya kesulitan...

11-08-2015

Selanjutnya

INFO GRAFIK