header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Srikandi Tragedi Buah Apel

BELUM lama berselang, Presiden Joko Widodo selaku pemerintah menetapkan nama-nama yang akan bertugas sebagai “juri” untuk menyeleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang disebut sebagai Panitia Seleksi (pansel). Langkah penetapan itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor  30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Bab V Pasal 30 Ayat (2), menjelang habis masa kerja pimpinan KPK pada Desember 2015.

Negeri Pertanian yang Meremehkan Pertanian

PADA hari Senin, 18 Mei 2015, untuk merayakan ulang tahunnya ke-70, HS Dillon, PhD, seorang ahli ekonomi pertanian tamatan Cornell University, Amerika Serikat, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya membela kaum tani, membawakan sebuah orasi kebudayaan bertajuk “Kemiskinan-Kesenjangan: Perbuatan atau Pembiaran?” di Taman Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dihadiri ratusan orang dari segala lapis kaum terpelajar.

Menggugat Keseimbangan antara Kerja dan Keluarga

Konstruksi Kerja Perempuan dalam Kapitalisme

Perempuan dan terutama para ibu rumah tangga telah dikonstruksikan secara patriarkal sebagai housewives dengan “kodrat” hidup di seputar reproductive work seperti mencuci pakaian dan mengurus anak. Konstruksi itu dimanfaatkan kapitalisme sebagai peluang untuk memajukan strategi akumulasi kapital dengan memanfaatkan rumah sebagai ruang kontestasi pembagian kerja secara gender yang paling kuat dan women’s work sebagai invisible work. Diskursus “work and family balance” pun mengemuka dan keberadaannya ternyata kian menyulitkan posisi perempuan dalam kapitalisme yang tak dapat dielakkan bersifat sangat patriarkal. 

Berebut Identitas Melanesia

IDENTITAS kolektif selalu berwajah politik, ketimbang berbasis populasi. Karena itu, identitas tidak pernah given. Ia selalu dikonstruksikan secara sosial. Konstruksi identitas kolektif selalu memiliki relasi dengan kekuasaan, baik untuk melegitimasi maupun menekan identitas lain.

Pulsa Demokrasi

BAGI kalangan aktivis politik dan hak asasi manusia di Indonesia—terutama yang berlibat dengan berbagai peristiwa pada 1998—bulan Mei memiliki signifikansi politik khusus. Sejumlah peringatan terhadap Tragedi Trisakti berikut rangkaian persekusi dan serangan dengan kekerasan masif terhadap etnis Tionghoa yang menyusulnya, serta rangkaian demonstrasi lainnya,telah mengantarkan kejatuhan rezim Orde Baru.

Mereka Membunuh, Mereka Terhormat | Dimensi Budaya Negara dan Hukuman Mati

KEHIDUPAN, kematian,  dan kehormatan adalah tiga ihwal hakiki yang saling terkait. Ketiganya saling mengait dalam pola yang berbeda-beda–sesuai dimensi waktu dan ruang. Dalam normalitas kehidupan keseharian, mereka yang meninggal dunia akan kita hormati dalam suatu upacara pemakaman, lalu kita peringati dan kenang masa hidupnya.

Subscribe to this RSS feed

Galeri Editorial

ULASAN TERBARU

  • 1
  • 2
Prev Next

Berebut Identitas Melanesia

Amiruddin al-Rahab

Berebut Identitas Melanesia

IDENTITAS kolektif selalu berwajah politik, ketimbang berbasis populasi. Karena itu, identitas tidak pernah given. Ia selalu dikonstruksikan secara sosial. Konstruksi identitas kolektif selalu memiliki relasi dengan kekuasaan, baik untuk melegitimasi...

21-05-2015

Selanjutnya

Beras dan Ketahanan Pangan

Suhardi Suryadi

Beras dan Ketahanan Pangan

PERUBAHAN iklim kini dan masa depan tampaknya menjadi ancaman serius bagi  tambahan pencapaian target produksi beras tahun ini sebanyak 2 ton dan 5 persen pertumbuhan produksi nasional. Kondisi demikian tentu...

15-05-2015

Selanjutnya

Wartawan dan Dunia Mereka yang Memalukan

Rusdi Mathari

Wartawan dan Dunia Mereka yang Memalukan

LEBIH setahun yang lalu, wartawan di Kanada terlibat polemik soal boleh-tidaknya wartawan menerima uang. Mereka sudah paham, menerima uang dari sumber untuk peliputan jurnalistik adalah perbuatan haram. Namun, yang menjadi...

13-05-2015

Selanjutnya

Kasus Novel Baswedan: Pintu bagi Reformasi Polri

Suryadi Radjab

Kasus Novel Baswedan: Pintu bagi Reformasi Polri

PERSETERUAN antara KPK vs Polri berlanjut. Tepat May Day, seorang penyidik KPK, Komisaris Polisi Novel Baswedan, ditangkap petugas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Sangkaan pidana terhadapnya yang mengakibatkan kematian...

03-05-2015

Selanjutnya

INFO GRAFIK