Header-Papua1

Papua Baru dan Pancasila

RENTANG persoalan di Papua begitu luas. Kedalaman permasalahannya begitu menghujam. Kita bisa dibuat bingung untuk mencari simpul utamanya. Semua permasalahan seperti setara dan menuntut cara penyelesaian yang sama. Papua sudah bagaikan benang kusut. Tak jarang, setiap langkah untuk mengurainya tampak menjadi sia-sia.

Reshuffle, Reshuffle, dan Reshuffle

BULAN Ramadhan dan Lebaran telah usai dan seluruh kegiatan masyarakat diprediksi akan kembali normal seperti sediakala. Masyarakat pun tentu berharap proses kembali ke sediakala tersebut dapat berlangsung dengan lancar. Di tengah proses tersebut, membuncah harapan agar ekonomi menjadi lebih baik atau, setidaknya, bukan bertambah buruk. Menanggapi hal itu, pemerintah sepertinya berencana melakukan perombakan kabinet (reshuffle).

Referendum Tolikara?

ADA dua peristiwa besar yang mengejutkan publik di Indonesia di masa Ramadhan yang baru saja lewat. Pertama, referendum politik di Yunani, dan kedua, amuk massa di Tolikara, Papua. Keduanya tak saling berhubungan satu dengan yang lain pun tak ada kesamaan konteks, namun ada satu hal yang bisa dilihat sebagai persamaan, yakni perihal kesadaran politik masyarakat.

Kecepatan Provokasi Media Daring

DALAM sebuah konflik, kebenaran adalah korban pertama. Demikian dijelaskan Philip Knightley, wartawan penulis buku The First Casualty: A History of War, Correspondents and Propaganda (2000). Pangkalnya, pelbagai berita dan kabar burung, baik yang telah disensor maupun tidak, melesat lebih cepat daripada fakta yang sebenarnya terjadi, untuk memenuhi keingintahuan orang-orang di luar wilayah konflik.

Tanpa Akuntabilitas Berujung Buntu

DALAM beberapa minggu terakhir, atas prakarsa Komnas HAM, pemerintahan Joko Widodo, yang dikoordinasikan oleh Jaksa Agung M Prasetyo dan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, bermaksud membentuk sebuah komite atau tim untuk menyelesaikan 6 kasus “pelanggaran berat hak asasi manusia” (baca: kejahatan serius) di masa lampau yang mencakup: (i) Genosida (politik) Oktober 1965-Juli 1966; (ii) Penembakan Misterius (1983-1985); (iii) Pembantaian Talangsari, Lampung (7 Februari 1989); (iv) Penghilangan Paksa (1997-1998); (v) Penembakan Trisakti dan Kerusuhan Mei 1998; serta (vi) Peristiwa Semanggi I (11-13 November 1998) dan II (23 September 1999).

Pasangan Sejenis Ditolak, Pedofilia Didukung

AMERIKA Serikat baru saja mengeluarkan kebijakan yang boleh dibilang sebuah keputusan penting bagi negeri itu maupun dunia, yakni pelegalan perkawinan sejenis (26/6/2015). Kebijakan tersebut bukan tanpa pertentangan dari rakyat AS. Para hakim Mahkamah Agung yang memutuskan UU perkawinan sejenis itu 4 di antaranya menolak dan 5 menyetujui.

  • Written by
  • Read: 1249 times
Subscribe to this RSS feed

Galeri Editorial

ULASAN TERBARU

Kecepatan Provokasi Media Daring

Wisnu Prasetya Utomo

Kecepatan Provokasi Media Daring

DALAM sebuah konflik, kebenaran adalah korban pertama. Demikian dijelaskan Philip Knightley, wartawan penulis buku The First Casualty: A History of War, Correspondents and Propaganda (2000). Pangkalnya, pelbagai berita dan kabar burung...

19-07-2015

Selanjutnya

INFO GRAFIK