Prisma Knowledge Resources
header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions
Masuk

Menakar Kisruh Parlemen

MELALUI SE-12/Seskab/XI/2014 tertanggal 4 November 2014, Presiden Joko Widodo memerintahkan menterinya tak usah dulu bertemu dengan DPR dalam hubungan kerja. Sebenarnya, itu tak elok karena bagaimanapun eksekutif dan legislatif adalah dua unsur pemerintahan yang utama dan saling membutuhkan. Saya kira kedua belah pihak tahu soal itu.
Imbauan penundaan pertemuan dalam kaitan hubungan kerja formal dengan DPR dapat dimaknai bukan sebagai bentuk penolakan kerjasama dengan DPR, namun perlu dibaca sebagai “keengganan” alih-alih “ketidakmauan.” Logikanya, bagaimana Anda bisa meminta nasihat atau berkonsultasi pada pihak yang rumahtangganya sendiri bermasalah?

BLOG TERBARU

Teori Perwakilan Bersemi dalam Krisis Perwakilan Politik

27-11-2014

BUKU ini mempersoalkan perwakilan dengan menempatkannya semata-mata ke dalam lingkup teoretis—hampir-hampir murni dalam arti tidak memedulikan di mana perwakilan itu dikerjakan. Pertanyaan khusus yang diajukan...

Daniel Dhakidae

Media dan Pertarungan Politik

27-11-2014

KETIKA gegap-gempita pemilihan presiden telah usai, semestinya pers Indonesia segera kembali kepada khittah pers yang profesional, menjunjung tinggi etika dan konsisten menjalankan fungsi kontrol terhadap...

Agus Sudibyo

Asean Community: Where Do We Stand as a Nation?

25-11-2014

WE are a nation of vast richness, yet we are also a nation of countless vulnerabilities, points of weaknesses, that if not properly and immediately...

Elya G Muskitta

Galeri Editorial