header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions
Masuk

Beranda Muka

Reformasi Struktural

A. Prasetyantoko, https://twitter.com/prasetyantokoPresiden Joko Widodo mengumandangkan Revolusi Mental yang diarahkan sebagai gerakan perubahan secara revolusioner di berbagai bidang. Secara lebih programatis, presiden paling sederhana di dunia menurut Majalah Times ini merujuk kembali pada cita-cita perjuangan pendiri bangsa dalam program Trisakti. Tiga pilar program kerjanya: Kedaulatan dalam Politik, Kemandirian dalam Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Subscribe to this RSS feed

banner3

Galeri Editorial

Jurnal Prisma Edisi Terbaru

Meratapi Keberhasilan, Sambil Merindukan yang Harus Hilang

Pendidikan tak ayal meningkatkan kemampuan berpikir dan keterampilan dan banyak hal lain lagi. Di pihak lain, bagaimana memaknakan penemuan bahwa sistem pendidikan, agama, misalnya, adalah alat halus, ideologis sifatnya, yang dipakai negara untuk menindas di satu sisi dan melanggengkan kepatuhan di sisi lain. Ujian nasional yang dipertahankan mati-matian dan menjadi...

Selanjutnya

Pluralisme dan Perseteruan Politik di Indonesia*

Tulisan ini memperlihatkan bahwa pluralisme “kritis” bisa dijadikan alat untuk memahami politik Indonesia kontemporer, selain menawarkan program riset progresif yang mendorong analisis mengenai kekayaan material dan kekuasaan politik lebih dari sekadar penelitian tentang oligarki. Dialog terbuka antara analisis pluralis dan oligarkis bisa membantu pemerhati membedakan klaim deskriptif dengan klaim kausal...

Selanjutnya

Demokrasi di Bawah Cengkeraman Oligarki

Orang kaya, bangsawan, selalu menjadi pengetua masyarakat mana pun, dan kapan pun, di Nusantara. Orang kaya berarti pemilik tanah, para tuan tanah. Dengan memiliki tanah mereka dengan sendirinya memiliki apa saja yang bisa diusahakan di atas tanah itu. Dengan begitu orang kaya adalah mereka yang memiliki hasil ladang dan sawah...

Selanjutnya

Oligark Hitam, Jokowi , dan Revolusi dari Atas

DI TENGAH maraknya pragmatisme politik belakangan ini, tak banyak politikus yang punya kemampuan refleksi atas praktik kekuasaan. Rahman Tolleng adalah satu dari yang sedikit itu. Dikenal sebagai tokoh eksponen Angkatan 1966, Tolleng pernah menjadi anggota Golkar di awal pemerintahan Orde Baru. Namun, dukungannya terhadap Orde Baru sirna setelah dia dituding...

Selanjutnya

26°C

DKI Jakarta

Partly Cloudy

Humidity: 78%

Wind: 8.05 km/h

  • 22 Oct 2014 33°C 25°C
  • 23 Oct 2014 33°C 25°C
Banner 468 x 60 px